Berusaha Memaknai Romadhon Yang Telah Berlalu

Puasa sudah berlalu kawan…lepas sudah bulan penuh berkah..dimana ibadah sunnah dinilai dengan sama dengan ibadah wajib,dimana tidurnya di siang hari (asal tidak berlebihan) dianggap ibadah.
Berlalu sudah hari-hari penuh perjuangan menahankan lapar dan haus yang kadang2 begitu menyiksa,
Hari ini tanggal 3 Syawal 1433 H..
Sudah berapa rumah sanak saudara yang kita datangi?
Sudah berapa banyak senyum terkembang yg kita beri dan terima?
Pasti tak terhingga?
Puasa tahun ini..aku anggap sebagai titik balik sebagai seorang hambaNya..puasa yg aku harapkan sebagai tonggak untuk memancangkan cita-cita yg harus segera dicapai sebagai seorang Lelaki..
Kerja,dan mempersiapkan diri dan situasi untuk menikah..
Ibadah puasa yg telah berlalu kemarin semakin menyadarkan bahwa masih banyak yg harus dibenahi untuk menjadi lelaki yg pantas untuk menikah..karena setelah menikah,pasti tanggung jawab itu akan semakin bertambah.
Memaknai Romadhon untuk memperbaiki diri..
Semangat!!!

Kepercayaan Sebagai Bagian Dari Strategi Pemasaran

Beberapa hari yang lalu ada dorongan untuk memesan buku yang menurut saya bagus.  Satu paket buku lengkap dengan tanda tangan penulisnya.  Oh iya, penulisnya adalah Ustadz Felix Siauw, seorang Muallaf, yang memeluk agama Islam di Kampus IPB (anekdotnya sih sering dikenal dengan nama Institut Pesantren Bogor karena begitu banyaknya kegiatan Islam dan aktivis yang terkenal dari kampus ini).

Hari senin kemarin, saya mulai pembicaraan melalui sms (short messages service) kepada kontak telepon yang tersedia dia akun twitter Pasar Khilafah @khilafahpress.

“Assalamualaikum, mohon info soal cara pemesanan trilogi buku Ustadz Felix Siauw, gmana cara pesannya? Terima Kasih..” berikut isi sms yang saya kirim ke nomor hp tersebut.

Tidak berapa lama sms itu pun berbalas,

” 165 rb + ongkos kirim, isi 3 buku felix s booksign, bonus vcd dan dvd felix s launching BTI dan MAF, gantungan kunci dan stiker 1453 ”

Wwooow..murah sekali…

Pembicaraan akhirnya berkembang dan berakhir dengan kesepakatan bahwa buku itu akan dikirim sebelum tanggal 12 Agustus 2012 karena kebetulan tanggal itu saya akan mudik ke kampung halaman.  Rencananya buku itu akan dibawa ke rumah untuk dibaca dan diceritakan kepada keluarga di rumah.

Dan, transfer pembayaran buku itu tertunda hingga keesokan siangnya.  Karena uang untuk pembayaran masih dipakai untuk keperluan lainnya.

Kejadian unik pun terjadi, karena siang itu (hari selasa) seorang Kurir JNE datang mengantarkan paket yang belum saya bayar.  yaa,,,belum dibayar.

Dengan rona wajah terkejut saya pun berkata ke kurir itu..

” Lho Mas, saya belum bayar lho buku ini”

“wah, itu bukan tanggung jawab saya Mas, yang pasti tugas saya menyampaikan paket ini sudah terlaksana” kata Mas Kurir tersebut.

Masih dengan ekspresi terkejut akhirnya saya tanda tangani tanda terima paket yang disodorkan Mas itu.

Saya letakkan paket tersebut di atas galon aqua yang berdiri terbalik di atas dispenser, tidak berani membuka paket yang masih belum menjadi hak saya itu.  Masih agak gemetaran dan sesekali mengucap Subhanallah.

Akhirnya, dengan segera saya bergegas ke ATM, untuk melakukan pembayaran paket tersebut.

Setelah pembayaran selesai saya segera mengirim sms ke kontak telepon Pasar Khilafah tersebut, untuk memberi tahu kalau paket buku itu sudah sampai, tidak lupa mengucapkan terima kasih karena mereka sudah memberi kepercayaan untuk melakukan pengiriman paket buku itu padahal saya belum mengkonfirmasi pembayaran paket tersebut.  Balasan sms tersebut kemudian menganjurkan saya untuk promo paket buku itu ke teman-teman agar mengetahui adanya buku bagus dengan harga yang sangat terjangkau ini.

Sepulangnya dari atm saya segera membuka paket yang kini telah menjadi hak saya itu.   (SAH).

Dari cerita ini kemudian kita dapat mengambil sedikit pelajaran. Bahwa kepercayaan dalam hal ini dari penjual ke pembeli adalah suatu cara untuk menjalin kepercayaan pelanggan, jujur saja sejak kejadian ini saya akhirnya memiliki niat untuk ke depan membeli buku lagi di Pasar Khilafah.  Karena mereka melakukan strategi bahwa kepercayaan adalah nomor satu.  Dan ini tampaknya kurang dimiliki oleh kita sekarang terutama pada pelaku usaha jual beli.

Oh iya, buku-buku itu ke depan akan saya ulas sebagai bahan resensi buku yang akan dimuat di blog ini, segera.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimana Meresensi Buku (?)

Kategori Resensi buku sudah ada sejak pertama kali blog ini dibuat.  Dan alangkah malunya saya karena kategori itu belum juga memuat satu buku pun yang diresensi.

Membaca buku adalah salah satu kegemaran saya, dan itu sudah dimulai sejak saya berumur 5 tahun, ya,,sejak berumur 5 tahun saya sudah bisa membaca dengan terbata-bata, meski akhirnya lancar dalam hitungan bulan.  Usia 6 tahun kurang 3 bulan saat teman-teman baru di SD baru membaca I-N-I B-U-D-I dengan terbata-bata saya malah sudah mampu membacanya dalam hati.  Kemampuan membaca dalam hati itu justru baru dimiliki oleh teman-teman sekelas waktu SD setelah kami memasuki kelas 4.  Bangga? tentu saja.  setidaknya bangga sebagai anak kecil yang pandai membaca saat itu.

Cara meresensi buku sebenarnya sudah pernah dipelajari saat di SMP, saya lupa buku yang dijadikan bahan resensi waktu itu buku apa, namun kegiatan ini kurang menarik minat saya.  Barangkali karena kegiatan ini membutuhkan kegiatan menuliskan inti paragraf dan tulisan dalam buku tersebut, yang saya sendiri karena memiliki daya ingat yang cukup bagus menjadi malas menuliskan resensi.  Tiap ketemu koleksi buku di lemari dan ketika melihat judul dan cover buku tersebut saya langsung ingat apa dan bagaimana isi buku itu.  Kebiasaan itu terus berulang, hingga saat ini.  Padahal di kamar kosan saya ini ada banyak buku yang mau tidak mau harus saya resensi agar buku-buku itu jika pun nantinya hilang, rusak atau apapun kondisi yang akan diterimanya tidak akan terlupakan oleh saya sebagai pemiliknya.

Untuk memulai meresensi buku ada baiknya kita mengetahui langkah-langkah meresensi buku.  Berikut adalah langkah-langkah meresensi buku.

1. Mulailah dengan melakukan pengamatan terhadap buku yang akan dijadikan korban resensi.  Pengamatan meliputi tema buku dan deskripsi buku yang akan diresensi, penerbit buku, waktu dan tempat penerbitan, tebal (bab dan halaman), format hingga harga buku, pengarang buku, dan penggolongan/bidang kajian buku tersebut seperti misalnya ekonomi, politik, sosial, budaya,dll.

2. Kemudian bacalah buku tersebut secara menyeluruh, teliti dan cermat.  Pahami masalah yang ditampilkan dengan tepat dan akurat.

3. Beri tanda jika ada bagian-bagian buku yang memerlukan perhatian khusus,

4. Buatlah sinopsis dari buku yang akan atau sedang diresensi

5. Kemudian yang terakhir adalah bagaimana sikap dan penilaian terhadap buku yang diresensi tersebut, meliputi kerangka penulisan, hubungan antar bab, sistematika dan dinamika penulisan, kemudian isi pernyataan, bobot ide, bagaimana kekuatan analisa dan kelengkapan penyajian data dan bagaimana kreativitas pemikirannya. Pemakaian bahasa, tata letak dan kualitas cetakan, sebelum itu semua ada baiknya dibuat outline dari buku yang diresensi, garis besar atau outline akan sangat membantu kita dalam menulis resensi.

6. Langkah terakhir adalah mengoreksi dan merevisi hasil resensi.  Kegiatan mengoreksi dapat dilakukan dengan menggunakan dasar dan kriteria yang telah kita tentukan di atas.

Demikian cara melakukan kegiatan resensi buku yang dikutip dari berbagai sumber.

Dan buku-buku yang akan menjadi korban resensi saya akan segera menyusul di tulisan-tulisan berikutnya.

sekian.

Puasa Bagi Seorang Atlet…

Ini tulisan pertama setelah 1 Juli 2012…

Atlet atau atlit??

Entahlah, satu kata ini agak membingungkan, pakai “e” atau pakai “i” terserah kita untuk menggunakan yang mana, penggunaan satu huruf yang berbeda pada suatu kata tidak akan mempengaruhi arti kata tersebut bukan? setidaknya dalam konteks kata serapan dalam bahasa Indonesia.  Mirip dengan kata Skuad dan Skuat, belakangan majalah Bola dan beberapa surat kabar yang memuat berita olahraga selalu memakai kata yang kedua meski saya lebih suka memakai kata pertama, Skuad.  Sesuai dengan penggunaan kata tersebut dalam dunia Militer yaitu Skuadron (pasukan tempur dalam Angkatan Udara umumnya untuk menyebut pasukan yang diperkuat Pesawat Tempur).

Tapi sudahlah, kita bukan membahas tentang itu.

Pembahasan ini mengenai seorang atlet berprestasi dari Great Britain atau kita menyebutnya Inggris Raya.  Atlet itu bernama Mo Farah atau sebagian orang bahkan menyebut nama Mo itu adalah Mohammad Farah, dan benar ia adalah seorang Muslim.

Tulisan ini saya tulis karena tergelitik dengan pembahasan di rubrik Kompasiana yang dibaca kemarin siang, mengenai tudingan di balik ketidakmampuan atlet-atlet Indonesia meneruskan tradisi Emas yang sudah dijalin sejak tahun 1992.  Pada tulisan itu menyebutkan bahwa Atlet-atlet Indonesia yang beragama Islam tidak diberkahi karena dalam melaksanakan latihan dan pertandingannya mereka memilih tidak menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan dengan alasan agar tetap fit dalam mengikuti perlombaan. Meski akhirnya kita tahu, para Atlet ini kemudian tidak mampu meraih emas, meski di cabang angkat besi mereka mampu melebihi target yaitu meraih medali Perak, sementara target yang dibebankan adalah medali perunggu.

Okelah, tidak dalam kapasitas saya untuk menghakimi pilihan masing-masing orang dalam beribadah.  Namun, jika kita menarik analogi dalam perbandingan itu maka kita akan menemukan kisah menarik tentang pelari yang membela Inggris Raya yang justru meraih emas dalam Olimpiade 2012, dan dia dalam keadaan berpuasa.

Dan ini menarik.

Ternyata puasa tidak menghambat seorang atlet dalam mencapai prestasi, meski kita tahu persaingan dalam memperebutkan gelar juara itu sangatlah tidak mudah, perlu kerja keras, latihan, dan berbagai faktor lainnya, dan puasa bukan alasan untuk malas-malasan (kok kalimatnya jadi mirip iklan produk vitamin ya? hehe. ).

Atlet atau pun orang lain seperti kita yang berpuasa dan merasa puasa itu dapat menghambat prestasi agaknya harus merubah persepsi itu dari sekarang, agar kita selalu mendapat berkah dari Allah SWT, amiin.\

Berikut cuplikan berita tentang Mo Farah seperti yang dimuat di Republika.co.id.

Mo Farah, Puasa Berbuah Medali Emas

Rabu, 08 Agustus 2012, 04:45 WIB
telegraph.co.uk
Mo Farah,  Puasa  Berbuah Medali Emas

Mo Farah menciptakan sejarah baru saat mampu finis di urutan pertama nomor marathon 10 ribu meter putra. Pelari keturunan Somalia itu meraih medali emas dengan membukukan waktu 27 menit 30,42 detik. Adapun medali perak diraih pelari AS, Galen Rupp dan medali perunggu diperoleh Tariku Bekele dari Ethiopia.

Sontak puluhan ribu penonton yang memadati Olympic Stadium, London, bersorak-sorai menyambut prestasi atlet tuan rumah tersebut.  Pasalnya pencapaian Farah itu merupakan prestasi tertinggi Britania Raya di ajang Olimpiade. Dia mengungguli dua atlet Britania Raya sebelumnya, Mike McLeod dan Liz McGolgani yang merebut perak Olimpiade 1984 dan 1988.

Wajah Farah seketika berlinang air mata bahagia saat menginjak garis finis. Setelah itu, tanpa diduga dia melakukan sujud syukur di lintasan. Kemudian dia langsung memeluk istri dan putrinya yang berada di luar lintasan. Tidak lupa dia melakukan selebrasi dengan mengikat bendera Union Jack sembari melambaikan tangan kepada puluhan ribu penonton. Farah menganggap prestasinya itu sebagai, “Momen terbaik sepanjang hidupnya.”

Seperti diberitakan BBC, kemenangan Farah juga mencatatkan rekor karena disaksikan lebih 17 juta pemirsa televisi. Tidak ada olahraga lain dengan jumlah pemirsa yang melebihi cabang tersebut. Satu-satunya yang bisa melampaui rekor Farah adalah upacara pembukaan Olimpiade yang disaksikan lebih dari 26,9 juta orang.

Namun jarang yang mengetahui jika Farah merupakan seorang Muslim. The Guardian mengungkap, nama Mo Farah sebagai kependekan dari Mohammad Farah. Bersama petinju Amir Khan, dia pernah menjadi aktivis Muslim Writers Awards (MWA). Selain itu, Farah juga tergabung dalam komunitas Muslim Britania Raya. Farah juga dikenal sebagai penganut ajaran Islam yang taat.

“Selama Ramadhan, saya berpuasa, meski hal itu bukan sesuatu yang mudah bagi olahragawan. Itu cukup menyulitkan saat saya harus berlatih keras,” ujar Farah. “Tapi saya tetap melakukannya. Hal itu berfungsi sebagai kontrol diri.”

Redaktur: Taufik Rachman
Reporter: erik purnama

#Prediksi Curut

Sepakbola adalah olahraga favorit smua orang, olahraga bal-balan ini telah menjangkiti pikiran setiap orang,meski tidak setiap hari,namun bisa dipastikan kalau ada pertandingan sepakbola pasti penontonnya akan selalu ada.
Belakangan ini semua orang terjangkiti berbagai berita maupun tayangan langsung dari televisi yg menyiarkan pernak pernik Euro 2012,dan hari ini waktu Indonesia adalah saat yang ditunggu-tunggu. Pertandingan final yg mempertemukan Spanyol si juara bertahan dan Italia sang jawara lawas, Spanyol bertekad mencetak sejarah sebagai tim yg berhasil mempertahankan gelar juara 2x berturut-turut. Sedangkan Italia seolah didukung mitos skandal membawa prestasi, seperti yg sudah-sudah dialami mereka. Tapi ya sudahlah,kita tidak sedang akan membahas itu.
Kita akan membahas fenomena aneh yang terjadi sejak perhelatan Piala Dunia 2010 lalu di Afrika Selatan,kenapa disebut aneh? Karena manusia seolah memaksakan kemauannya untuk membuat hewan-hewan menggemari sepakbola,membuat hewan-hewan meramalkan negara mana yang akan memenangi sebuah pertandingan,dimulai dari kesuksesan Paul sang Gurita peramal di Piala Dunia 2010,yang akhirnya mati di makan usia.
Piala Eropa tahun 2012 ini pun memiliki berbagai jenis hewan yang “katanya” mampu meramal hasil pertandingan,mulai dari unta,gajah,orang hutan dll.
Dan entah kenapa fenomena ini mengantarkan ku pada Curut sebelah kamar yang mengaku bisa meramal hasil pertandingan.
Dan kenapa harus curut?
Entahlah,aku juga bingung,tiba-tiba dia nongol di sore hari sebelum pertandingan Jerman melawan Italia,berdasarkan hasil analisa data yg dimilikinya (entah darimana curut ini punya?) Dia meramal Jerman akan lolos ke Final menghadapi Spanyol yang sudah punya tiket duluan.

Dan dia salah.

Dasar curut!!!
Kayaknya dia frustasi karena Jerman kalah,dan hari ini dia datang lagi membawa prediksi Italia angkat trofi malam ini.

Dan entah mengapa aku setuju.

Entahlah…
Curut ini sedang mempertaruhkan kredibilitasnya (halaahh,,) di depanku.Kalau dia sampai salah siap-siaplah karirnya sebagai peramal berhenti sampai disini.

#prediksi curut. (Bersambung).

Mesut Oezil, Si ” Burung Hantu” Yang Religius

Mesut Oezil adalah pemain sepak bola internasional Jerman, sebagai playmaker bakatnya bersinar terang pada saat Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.  Jerman bermain sangat baik saat itu, meskipun tidak menjadi juara.  Pemain ini kemudian hijrah ke Real Madrid dan semakin menjadi elemen penting Real Madrid dan Tim Nasional Jerman.  Penampilan mengkilap Jerman di Piala Eropa 2012 Polandia dan Ukraina saat ini tidak lepas dari permainan apik sang Playmaker.

Berikut profil singkat pemain satu ini seperti yang dirilis oleh Detik.com

http://sport.detik.com/pialaeropa/read/2012/06/21/165248/1947448/1385/oezil-si-burung-hantu-yang-religius?b991105bcom

Oezil, ‘Si Burung Hantu’ yang Religius

Mohammad Resha Pratama – detikSport
Kamis, 21/06/2012 16:52 WIB
FOTO:Getty Images/Joern Pollex
Jakarta – Mesut Oezil tengah menikmati masa-masa indah dalam kariernya sebagai pesepakbola dalam dua tahun terakhir. Jika ada yang jadi sumber “kekuatan” Oezil saat ini, boleh jadi karena dirinya kerap membaca ayat-ayat Al-Quran sebelum bertanding.Nama Oezil mulai mencuat kala dirinya tampil bagus di Piala Dunia 2010 bersama Jerman. Di penampilan perdananya bersama negaranya di turnamen internasional, Oezil menunjukkan kemampuan handalnya sebagai playmaker dan meski tak berhasil membawa Der Panzer juara, tapi permainan aktraktif tim itu mengundang decak kagum.

Penampilan tersebut membawa Oezil ke klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Di klub tersebut kemampuan Oezil kian terasah dan di musim pertamanya ia tampil sebanyak 53 kali, mencetak 10 gol dan 25 assist.

Di musim keduanya atau tahun ini Oezil tampil kian ciamik. Meski statistiknya sedikit menurun di mana mencetak tujuh gol dan 24 assist dari 52 laga, tapi Madrid berhasil dibawanya menjadi juara La Liga sekaligus mengakhiri dominasi Barcelona selama tiga tahun terakhir.

Penampilannya bersama Jerman pun sebanding lurus di mana pada kualifikasi Piala Eropa 2012, Oezil bermain sembilan kali (788 menit) serta menyumbang lima gol serta tujuh assist. ‘Tim Panser’ dibawanya lolos dengan rekor sempurna dari 10 pertandingannya.

Maka wajar jika pelatih Jerman, Joachim Loew, banyak berharap pada pesepakbola kelahiran 15 Oktober 1988 itu, untuk membawa negaranya menjadi juara kali ini. Dengan kreativitasnya serta kemampuannya mengatur permainan, Oezil diramalkan bisa bersinar di Polandia-Ukraina.

Meski baru mencetak satu assist dari tiga laga yang sudah dilalui, Oezil sudah mendapat gelar Man Of The Match di laga perdana kontra Portugal, Jerman di bawanya lolos ke perempatfinal dengan rekor sempurna di fase grup.

Namun, tak cuma soal bakat alaminya sebagai pesepakbola yang bikin Oezil seperti saat ini Sisi spiritual pesepakbola 23 tahun itu pun banyak membantu penampilannya di lapangan.

Di mana diakui Oezil jika dirinya tak pernah lupa membaca Al-Fatihah atau ayat-ayat Al-Quran sebelum bertanding bersama Madrid maupun timnas Jerman. Maka jangan heran jika saat tersorot kamera, Oezil terlihat sedang mengangkat tangan layaknay orang yang berdoa.

Oezil memang jadi salah satu dari sekian banyak pesepakbola muslim yang merumput di Eropa. Meski bekewarganegaraan Jerman, Oezil adalah keturunan Turki di mana kedua orangtuanya adalah imigran asal negara tersebut.

Seja kecil Oezil selalu dididik dengan ketat oleh keluarganya dan hasil didikan keluargnya itu melekat kuat dalam diri eks pemain Werder Bremen itu. Hal itu terlihat ketika di lapangan, entah di lorong stadion, pinggir lapangan, maupun tengah lapangan, ia masih sempat berdoa atau membaca surat Al Fatihah atau ayat-ayat Al-Quran sebelum bertanding.

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun televisi Spanyol, ibu Oezil yang bernama Gulizar Oezil tampak mengenakan jilbab saat sedang menyiram kebun di halaman rumahnya (lihat video di sini). Boleh jadi ini sudah menunjukkan betapa religiusnya Oezil beserta keluarganya.

“Al-Quran memberiku kekuatan lebih untuk bermain dalam pertandingan dengan baik,” ujar Oezil yang mendapat julukan El Buho alias burung hantu itu karena kemampuannya dalam mengirim umpan bak mata burung hantu yang selalu awas.

“Saya biasa membaca Al-Qur’an sebelum pertandingan. Kalau saya tidak membacanya sebelum berlaga, rasanya tidak nyaman,” sambungnya.

Di tengah kesibukannya sebagai pesepakbola top Eropa, Oezil mengajarkan bagaimana menjaga keseimbangan antara karier dengan kehidupan beragama. Karena bagaimana pun sukses yang didapat Oezil sampai saat ini tak lepas dari anugerah Yang Maha Kuasa.

( mrp / din )

Tukang Tambal Ban dan “kolam airnya”

Tadi siang secara gak sengaja ban motor itu bocor..

Dan setelah diperiksa ternyata ada paku sepanjang 1 inchi menancap dengan bahagianya di ban motor itu,wooow,,paku masih bersih bisa dibilang baru tapi dengan bahagia menancap di sana, adakah yang sengaja atau adakah yang tidak sengaja? tapi ya sudahlah, ambil hikmahnya saja, dengan begini kan jadi tau kalo di sekitar jalan itu ada tukang tambal ban yang walaupun dengan keterbatasannya tapi mampu memperbaiki ban motor dengan baik, karena terus terang saya sendiri masih sering kagum dengan kemampuan ajaib si tukang tambal ban.

Setelah itu proses menambal pun dimulai,

Si tukang tambal ban selanjutnya disingkat STTB memulai dengan melepas pentil ban dengan alat khusus yang selalu ada di kolam airnya, dengan mulus pentil ban ini dapat dilepas.  Kemudian STTB ini mengambil beberapa plat baja sepanjang 20 cm yang digunakan untuk mencongkel tepian ban.

Secara perlahan, tepian ban itu lepas dan mulai menunjukkan bagian dalamnya.  Setelah semua tepian ban itu keluar ban dalam pun ditarik keluar, dan proses selanjutnya adalah si tukang tambal ban ini memasang kembali pentil ban yang tadi dilepasnya dan kemudian memompa ban itu lagi.  Setelah angin mulai terisi, lagi-lagi kolam air STTB ini berperan, STTB mulai merendam ban ke dalam kolam air, untuk menemukan lobang yang bocor di ban itu.

Dan ketika bagian yang bocor ditemukan, buih-buih udara dihembuskan dari ban itu, dan kolam air STTB ini kemudian mengambil peran ketiganya, ya, pelan-pelan STTB ini mengaduk-aduk kolamnya dan gak berapa lama dia menemukan batang korek api dari dalam kolam itu, dan kemudian digunakan untuk menandai lobang yang bocor di ban itu.

Kemudian, pekerjaan berlanjut dengan mempersiapkan karet khusus untuk menambal ban itu, kemudian “memasaknya” dengan kompor khusus hasil kreativitasnya sendiri.

Proses selanjutnya, air dari kolam air STTB ini kemudian disiramkan untuk mendinginkan ban yang telah “dimasak” itu.

Ban pun selesai dan bisa dipasang lagi,

Sehingga, kita kemudian tahu….

Seorang Tukang Tambal Ban tidak akan bekerja dengan lugas jika tanpa kolam airnya, alias bak air yang selalu ada di sebuah kios tambal ban.

 

pelukissenja

Just another WordPress.com site

Pengelana Bumi

I'm Gonna Be (500 Miles)....

BATansh Tanjung

Berusaha Memahami

indiespirasi

bebas berbagi inspirasi

samdputra.wordpress.com/

~ hanya bila anda punya waktu luang ~

mijn-ges-chi-e-de-nis

just another hi-story of me